Bunga Krisan: Cara Perawatan, Media Tanam dan Rekomendasi Pupuk

Reysah Larasati - Senin, 03 Apr 2023 - 18:00 WIB

Bunga Krisan: Cara Perawatan, Media Tanam dan Rekomendasi Pupuk
Mengetahui cara perawatan, media tanam dan rekomendasi pupuk yang cocok untuk tanaman hias bunga krisan. - Pixabay.com
Advertisements

BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM - Chrysanthemum atau krisan (Chrysanthemum sp.) telah dibudidayakan untuk produksi sejak zaman dahulu, kini bunga krisan juga bagus sebagai tanaman pot populer dan banyak peminatnya.

Permintaan pasar yang meningkat terutama untuk tanaman bunga krisan berdampak positif dan membuka peluang usaha bagi para petani. 

Situasi ini yang muncul dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan budidaya krisan yang luas, baik kecil maupun besar. 

Saat ini bunga krisan merupakan salah satu bunga yang paling populer di Indonesia Daya tariknya  adalah bunganya berwarna-warni dan bertahan lama. 

Peluang mengembangkan budidaya tanaman krisan untuk memenuhi kedua kebutuhan tersebut dalam dan luar negeri tampaknya telah terbuka.

BACA JUGA : Yuk, Kenalan dengan 5 Jenis Aglonema Terlangka

Di sisi lain, pertumbuhan dan perkembangan tanaman bunga krisan dipengaruhi oleh media tanamnya,. Jika menggunakan media tanam yang cocok dan sesuai maka efek pertumbuhan tanaman akan lebih baik. 

Media tanam sebagai tempat tumbuhnya akar yang tepat dan sumber nutrisi bagi tanaman, media tanam harus didukung oleh drainase dan aerasi yang memadai agar terbebas dari hama dan penyakit.

Ada beberapa bahan yang bisa digunakan misalnya mengandung bahan organik, mudah didapatkan tanpa mengeluarkan banyak biaya, dan banyak ditemukan di sekitar kita.

Adapun kriteria drainase dan aerasi tersebut dapat berupa kotoran ayam, serbuk sabut kelapa, sekam padi, kompos sampah kota. 

Kompos dan pupuk kandang memiliki bahan organik yang baik sehingga membantu pertumbuhan tanaman karena mengandung banyak unsur hara. 

BACA JUGA : Mengenal 5 Jenis Bunga Petunia yang Cantik

Sekam padi memainkan peran penting dalam memperbaiki struktur tanah, memungkinkan aerasi dan drainase yang lebih baik di Media Tanam.

Sementara itu, sabut kelapa memiliki sifat mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat serta mengandung unsur hara esensial.

Jika tanaman krisan banyak tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah Intensitas sinar matahari yang diterima tanaman krisan. 

Tanaman krisan membutuhkan cahaya sebanyak 32.000 lux pada siang hari untuk pertumbuhan yang optimal.

Intensitas siang hari di dataran tinggi Indonesia (1000 m dpl) adalah 50.000 lux. Oleh karena itu, diperlukan intensitas cahaya yang sesuai untuk tanaman krisan. 

BACA JUGA : Yuk, Percantik Teras Rumah dengan Tanaman Petunia

Misalnya dengan penambahan paranet yang berperan untuk mengurangi Intensitas cahaya juga dapat menurunkan suhu udara di lingkungan tanaman.

Media Tanam merupakan komponen utama produksi pertanian, media yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan ditanam. 

Kualitas suatu media tanam dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu air, udara, unsur hara, cahaya, suhu, kelembaban dan pH.

Faktor-faktor ini bervariasi dalam peran dan pengaruhnya terhadap media tumbuh dan tanaman. 

Pada umumnya suatu media tanam dapat terdiri dari satu bahan atau campuran dari beberapa bahan.

BACA JUGA : Simak, Ini Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatan Tubuh

Bunga Krisan menggunakan jenis media tanam yang berbahan organic dan yang memiliki kualitas unsur hara yang baik untuk pertumbuhannya yang optimal. 

Sirami bunga krisan secara teratur di pagi atau sore hari, terutama di awal musim tanam hingga tanah cukup lembap tetapi tidak tergenang.

Tapi tetap gunakan handsprayer agar air yang dikeluarkan bisa terkontrol.

Rutin bersihkan gulma yang terdapat dalam pot, kehadiran gulma akan menyebabkan persaingan, mendapatkan unsur hara dan sinar matahari, serta dapat meningkatkan kelembapan sehingga menyebabkan jamur.

Urea dilarutkan dalam air, SP-36 dan KCl ditambahkan sebagai pupuk, Dosis urea 3 g, SP-36 1 g, KCl 2 g diberikan dengan 1 liter air pertumbuhan vegetatif yang terjadi dari minggu ke-1 sampai minggu ke-7 dengan volume 50 ml pertanaman. 

BACA JUGA : Alocasia Macrorrhiza Variegata, si Daun Cantik Penghias Teras Rumah

Pupuk Cair Super Hijau diaplikasikan sebanyak 2cc per liter air dengan cara menyemprotkan larutan Super Hijau ke seluruh permukaan daun. Dari minggu ke-3 (setelah pinching), tiap seminggu sekali.  

Selama fase pertumbuhan yang berlangsung dari minggu ke-8 sampai minggu ke-12 berikan 1 g urea, 4 g tsp, 3 g KCl per liter air dengan volume 100 ml per tanaman.

Memetik atau membuang titik tumbuh pucuk muda dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak dan mendorong percabangan tanaman. 

Oleh karena itu, titik tumbuh perlu dihilangkan agar tunas aksiler baru tetap ada, yang kemudian tumbuh menjadi tunas baru hingga mekar.

Titik tumbuh dihilangkan saat krisan berumur 3 minggu setelah ditanam. Untuk menambah jumlah bunga yang ditanam dan membuat bunga terlihat lebih lebat dan kompak, perlu dilakukan pembuangan kuncup bunga.

BACA JUGA : Ayo, Percantik Teras Rumah dengan Jenis-Jenis Bunga Krisan Ini!

Bila krisan terserang hama atau penyakit segara lakukan pengendalian hama yang menyerang tanaman dengan insektisida. 

Larutkan insektisida dalam 0,5 ml per liter air, semprotkan pada tanaman dengan handspray. 

Namun jika krisan terserang jamur lakukan pengendalian jamur yang menyerang tanaman dengan fungisida dhitene M-45. Kemudian dilarutkan dengan air, semprotkan pada Media Tanam.

(*)

Advertisements
Ikuti kami di Google News untuk update informasi dan artikel terbaru: Google News Daunlebar.com
Konten dibawah ini adalah iklan platform MIXADVERT. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Konten dibawah ini adalah iklan platform MGID. Daunlebar.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagikan:
Editor: Ajeng Monika Selis
Sumber:

REKOMENDASI