Bunga Baby Breath: Makna dan Filosofi
Reysah Larasati - Selasa, 28 Mar 2023 - 15:06 WIB
BANDAR LAMPUNG, DAUNLEBAR.COM – Bunga Baby Breath atau (Gypsophila paniculate) merupakan bunga yang berasal dari Eropa, Afrika dan Australia.
Bunga yang memiliki nama latin Gysophila itu berasal dari dua kata yakni gypsum yang berarti mineral putih dan philos artinya mencintai atau menyayangi.
Dalam bahasa Indonesia, baby breath artinya nafas bayi. Itu melambangkan kemurnian, harapan dan kehidupan baru yang lebih baik.
Tentunya Gypsophila juga sering diberikan kepada seorang ibu yang berbahagia atas kelahiran anaknya.
Gypsophila melambangkan cinta yang murni dan tak terbatas.
BACA JUGA : Kenalan Dengan Anggek Bulan, Puspa Pesona Indonesia yang Elok
Seseorang yang telah menjalin hubungan cinta juga harus pandai memupuk dan memeliharanya.
Arti cinta disini juga berlaku untuk sahabat, sahabat dan keluarga.
Baca Juga : Fakta Menarik Tanaman Hias Bunga Kamboja
Baby Breath juga menyampaikan pesan tentang pentingnya persatuan. Kesatuan Bunga Baby Breath dalam kelompok kecil merupakan kesatuan yang menonjol.
Hal-hal kecil berdasarkan keyakinan dapat digabungkan. Kesatuan ini membentuk dan menampakkan keharmonisan.
Oleh karena itu, Gypsophila biasanya digunakan sebagai bunga hias dalam perayaan pernikahan. Karena sejatinya pernikahan menggabungkan berbagai elemen komitmen dan cinta.
BACA JUGA : Bunga Pacar Air, Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan
Masih berkerabat dengan bunga Anyelir, dan telah menyebar dari Eropa hingga Sebagian negara di Asia.
Memiliki daya tahan yang tinggi atau dapat dikatakan awet, dan hanya membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 12 minggu setelah ditanam untuk bunganya mekar.
Baca Juga : Ampuh Matikan Sel Kanker Payudara, Ini Khasiat Mujarab Tanaman Liar Ciplukan yang Sering Disepelekan
Oleh karena itu bunga ini sering digunakan sebagai dekorasi acara pernikahan atau dijadikan rangkaian buket bunga.
Baby breath saat ini sudah menjadi bunga yang banyak dibudidayakan untuk kemudian diekspor karena permintaan florist yang tinggi.
Gypsophila paniculate atau bunga Baby Breath memiliki batang yang kecil, tidak seperti batang bunga lain yang besar yang sering dijadikan buket.
BACA JUGA : Hati-hati! Ini Bahaya Mengonsumsi Buah Kecubung
Kemudian bentuk batangnya bercabang-cabang dari batang yang dikelilingi bunga putih bak awan.
Pohon dan batang bunga Baby Breath berukuran kecil dan kurus, mereka saling menopang hingga mencapat ketinggian 1,2 m.
Tanaman ini habitat aslinya di daerah stepa atau padang rumput.
Selain itu, tanaman ini dapat ditemukan tumbuh subur juga pada tanah berkapur sehingga disebut dengan Gypsophila.
Karena habitat aslinya di daerah stepa, bunga gypsophila termasuk bunga musim panas.
BACA JUGA : Jenis Kultivar Unggul dan Harga Bunga Saffron yang Mencapai 70 Jutaan
Bunga ini menyukai tempat yang kering sehingga perlu banyak perawatan untuk pernapasan bayi.
Bioma stepa sendiri sulit ditemukan di Indonesia. Bioma padang rumput yang paling umum di Indonesia hanyalah sabana.
Selain stepa, gypsophila juga menyukai tanah Mediterania atau kapur yakni jenis tanah yang banyak mengandung gipsum.
Tanah berkapur miskin nutrisi dan sebagian besar tidak subur. Hal ini sangat kontras dengan kawasan hutan hujan tropis Indonesia yang tanah di bioma ini kaya akan unsur hara.
Sekalipun habitatnya tidak ditemukan, masih dimungkinkan untuk membuat area yang cocok untuk Baby Breath.
BACA JUGA : Manfaat Daun Pegagan: Bantu Jaga Kesehatan Kulit hingga Tingkatkan Aliran Darah
Tanah yang umum di Indonesia adalah tanah lembab dengan pH rendah atau asam. Gypsophila menyukai tanah dengan pH netral atau tinggi atau basa.
Agar tanah cocok untuk ditanami gypsophila, tanah harus dijemur terlebih dahulu.
Pastikan juga pH tanah di atas 6. Jika pH tanah di bawah 6 maka harus menambahkan kapur.
Gypsophila juga dianggap sebagai bunga mahal karena digunakan sebagai hiasan untuk acara-acara penting.
Bunga ini menjadi salah satu bunga yang bisa dipilih saat akan merencanakan pernikahan ala Eropa. Ini juga karena Baby Breath tidak memiliki arti negatif.
BACA JUGA : Bunga Chamomile: Sejarah, Klasifikasi dan Morfologi
Bunga ini juga banyak diminati dalam rangkaian bunga. Rangkaian bunga Gypsophila sangat umum.
Namun permintaannya tinggi karena beberapa bunga besar seperti lily, mawar, sedap malam dan lainnya terlihat membosankan tanpa gypsophila di buket.
Umumnya bunga Baby Breath hanya dikenal dengan warna putih saja, padahal sebenarnya bunga ini memiliki jenis lainnya.
Jenis-Jenis Bunga Baby Breath
1.Baby Breath Kuning
BACA JUGA : Simak, Bunga Chamomile Punya Manfaat Obati Beragam Penyakit
Kelopak bunga ini berwarna kuning cerah sehingga tipe ini sering disebut pembawa Makna cahaya terang dan ceria.
Berbeda dengan bunga gladiol yang melambangkan kesedihan, bunga ini sering digunakan sebagai penghias acara di pesta pernikahan.
Selain itu, bunga yang dipotong kecil-kecil juga bisa digunakan untuk penghias ruangan.
2. Baby Breath Pink
Beberapa warna yang melambangkan cinta dan kasih sayang biasanya diasosiasikan dengan warna ini.
BACA JUGA : Anthurium Hookeri Pink, Si Cantik yang Diprediksi Bakal Melejit di Pasaran
Jenis bunga ini ditemukan saat pasangan merayakan kelahiran bayi perempuan.
Bahkan sering juga digunakan untuk mengirim pesan sebagai tanda kekaguman terhadap seseorang.
3. Baby Breath Putih Kecil
Jenis yang satu ini memiliki gaya yang cukup unik yaitu bertubuh mungil dan berkelopak putih.
Tipe ini dilambangkan sebagai cinta sejati (abadi). Tidak hanya untuk pacar, tetapi juga antara keluarga dan teman dekat.
BACA JUGA : Aroid, Tanaman Hias yang Dibanderol Dengan Harga Fantastis
Warna ini sering diartikan sebagai simbol kesucian dan kebebasan, serta dianggap tepat untuk hari lahir bayi baik laki-laki atau perempuan.
Menariknya, baby breath jenis ini bisa dijadikan sebagai hadiah yang berkesan untuk ibu.
Simbol cinta suci ini sangat cocok untuk perayaan Hari Ibu. Atau sekedar mengucapkan cinta pada wanita terbaik yang melahirkan kita.
(*)